fbpx
Perbedaan Dampak Langsung Makan Nasi Pas Berbuka dan Setelah Sholat

Perbedaan Dampak Langsung Makan Nasi Pas Berbuka dan Setelah Sholat

Cukup banyak orang yang langsung melakukan ‘balas dendam’ saat berbuka puasa, yakni dengan langsung makan nasi beserta dengan lauk pauknya. Sebenarnya hal ini wajar untuk dilakukan, karena perut merasa lapar setelah seharian tidak mengonsumsi makanan apapun. Namun, apakah tidak apa-apa jika kita langsung makan nasi saat berbuka puasa?

Pakar kesehatan menyebutkan bahwa hal ini sebenarnya tidak apa-apa untuk dilakukan. Namun, ada baiknya kita juga menahan diri agar tidak mengonsumsi makanan dengan berlebihan. Hal ini disebabkan oleh sistem pencernaan yang sama sekali tidak bekerja selama lebih dari 12 jam dan tiba-tiba harus bekerja keras mencerna makanan dalam porsi yang cukup besar. Hal ini tentu berpotensi membuat perut terasa tidak nyaman.

Alih-alih mengisi perut atau menghilangkan rasa lapar, berbuka puasa sebenarnya ditujukan untuk mengembalikan energi tubuh yang hampir habis menjelang waktu berbuka tiba. Hal ini bisa kita lakukan dengan mudah seperti dengan mengonsumsi beberapa butir kurma atau air putih. Kita juga bisa mengonsumsi buah pisang yang bisa membantu mengembalikan energi tubuh dengan cepat.

Daripada membeli makanan berlebihan, mending buka puasa seadanya, lalu perbanyak sedekah sajian buka puasa untuk masyarakat miskin pesisir lewat Kitabisa. Itu jauh lebih baik untuk mendapatkan keberkahan pahala Ramadan.

Lantas, kapankah sebenarnya waktu paling ideal untuk makan nasi setelah berbuka puasa? Pakar kesehatan menyebutkan bahwa sebenarnya setelah tarawih adalah waktu yang tepat. Hanya saja, waktu makan ini juga dianggap terlalu dekat dengan waktu tidur sehingga bisa saja memicu kenaikan berat badan.

Memberikan jeda sekitar setengah jam setelah berbuka dan baru mulai makan nasi juga bisa menjadi pilihan. Hanya saja, pastikan untuk tidak mengonsumsi makanan terlalu banyak agar perut tetap terasa nyaman saat menjalani salat tarawih dan selalu memperhatikan keseimbangan gizi seperti serat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan lain-lain.

Disarankan untuk mengutamakan konsumsi air putih dan makanan dengan karbohidrat sederhana yang bisa langsung diolah menjadi energi layaknya kurma. Dengan mengkonsumsinya, tubuh pun kembali berenergi dan menghilangkan rasa lemas. Jikapun kamu ingin makan nasi, ada baiknya hanya mengkonsumsi setengah porsi dan tidak melupakan makanan yang kaya akan protein, lemak, vitamin, dan mineral.

Jika kamu mengkonsumsi nasi dalam jumlah yang besar, maka kadar gula dalam darah akan naik secara drastis. Hal ini akan merangsang tubuh untuk memproduksi insulin dan pada akhirnya membuat tubuh justru kembali lemas. Otak pun akan kekurangan oksigen dan hasilnya, kita merasa sangat lelah dan mengantuk untuk melakukan solat tarawih.


Referensi:

Doktersehat.com

Halodoc.com

Kontak

Telp. +62 822 9861 5000

Email. niatbaiksinergi@gmail.com

Media Sosial

Facebook. Niat Baik Sinergi

Instagram. TemanAksiBaik

Alamat

Plaza Kuningan, Menara Selatan, Lt. 11, Jl. HR. Rasuna Said, Kel. Karet Kuningan, Kec. Setiabudi, Jakarta Selatan 12920