Menyelamatkan Ratusan Nyawa Lewat Aplikasi Donor Darah

Menyelamatkan Ratusan Nyawa Lewat Aplikasi Donor Darah

Tidak ada lagi orang Indonesia yang menderita karena tertundanya proses transfusi darah. Itulah kira-kira mimpi seorang dara muda kelahiran 23 tahun silam, Leonika Boedioetomo, CEO sekaligus pendiri dari Reblood, aplikasi mobile  yang memudahkan orang untuk mendonorkan darah.

Menurut wanita yang akrab dipanggil Leo ini, kekurangan donor darah adalah salah satu permasalahan klasik. Sedikitnya satu juta orang kekurangan darah tiap tahunnya. “Bahkan pada tahun 2013, 2,4 juta orang menderita kekurangan darah,” tutur Leo. Padahal akibat dari kekurangan darah ini bisa fatal, bahkan kematian.

Berlatarbelakang permasalahan itu, Leo bersama kawan-kawannya berinisiatif mengembangkan sebuah startup bernama Reblood. Reblood ini adalah sebuah aplikasi mobile yang bertujuan untuk meningkatkan success rate para pendonor darah.

Indonesia memiliki banyak jumlah penduduk, tapi mengapa jumlah pendonor yang rutin mendonorkan darahnya terhitung sedikit? Setelah pengamatan selama beberapa saat, Leo melihat bahwa permasalahan terletak pada dua hal. Yang pertama karena kebanyakan pendonor darah berada di usia produktif, yang notabene sibuk pada hari kerja. Yang kedua, success rate rendah, sekitar 40-50%, karena kendala pendonor yang kurang fit, seperti kurang istirahat, atau belum makan sebelum mendonor.

Dari permasalah  tersebut timbulah satu penyelesaian, yaitu meningkatkan success rate pendonor. Redblood hadir dengan beberapa fitur utama. Pertama aplikasi ini akan menginfokan tempat donor darah terdekat dan event-event donor darah yang sedang berlangsung. Kedua, ketika pengguna aplikasi mendaftar pendonoran darah melalui aplikasi, ia akan mengingatkan pengguna kapan waktu untuk tidur, dan pengingat waktu makan. “Sehingga ketika tiba saatnya untuk mendonorkan darah, pendonor datang dalam keadaan yang fit,” ungkap Leo.

Ratusan orang yang kekurangan darah telah tertolong berkat adanya Reblood. “Setelah saya mendonorkan darah, saya mendapatkan pesan ucapan terima kasih. Katanya terima kasih berkat donor darah dari mas, istri saya dapat survive hingga sekarang. Saya sangat tersentuh mendapat pesan seperti itu,” tutur salah satu pendonor Reblood.

Leo menuturkan, bahwa mungkin bagi sebagian orang menyelamatkan itu bukan sesuatu yang bisa dilakukan setiap hari. Tapi di Reblood, apapun yang kita lakukan bisa membuat kehidupan lebih baik. “Indonesia tidak butuh superman. Hanya orang biasa yang mau meluangkan 15 menit per tiga bulan sekali untuk mendonorkan darah”, ungkap Leo. Kedepannya, Leo memiliki impian, agar Redblood tidak hanya membantu menyelesaikan permasalahan kekurangan darah di Surabaya saja, melainkan seluruh Indonesia.

Kontak Kami

Jl. Bukit Cemara Asri DO.26
Perum. Bukit Safir Jaya, Tembalang – Semarang

Email. aksibaik.id@gmail.com
Ph. +62 24 7640 5870
Wa. +62 878 8121 5000

Logo NB-bub-white

AksiBaik.com 2017 - Yayasan Niat Baik Sinergi