Menyelamatkan Nyawa di Ujung Indonesia dengan Rumah Sakit Apung

Menyelamatkan Nyawa di Ujung Indonesia dengan Rumah Sakit Apung

Rumah Sakit Apung (RSA) Dr. Lie Dharmawan adalah rumah sakit apung pertama di Indonesia. Berdiri pada tahun 2013, rumah sakit ini telah melayani ribuan masyarakat di seluruh pelosok Indonesia mulai dari Kepualauan Seribu, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Bersama dengan tim dokterShare, Dr. Lie berkeliling Indonesia untuk memberikan pengobatan gratis bagi orang-orang tidak mampu.

Ketika pertama kali mengajukan ide ini, teman-teman Dr. Lie menganggapnya gila. Selain karena belum pernah ada RSA sebelumnya di Indonesia, tentunya membuat rumah sakit apung memerlukan dana yang besar. Dr. Lie bahkan menjual sebuah rumah miliknya guna mendanai pembuatan RSA ini. Total dana yang dihabiskan mencapai 3 miliar rupiah, termasuk untuk membeli peralatan medis. Beruntung untuk banyak alat ia mendapatkan diskon khusus, sehingga anggaran yang tadinya dikira mencapai 6 miliar, ternyata cukup hanya 3 miliar saja.

Bersama timnya, pada tahun 2013 Dr. Lie berhasil melakukan 3 pelayaran panjang, melakukan pengobatan pada 1500 orang, serta melakukan 60 operasi besar. Awalnya ia sempat khawatir karena belum pernah melakukan operasi di kapal sebelumnya. Namun ternyata Dr. Lie dan timnya berhasil melakukan operasi bahkan ketika kapal berlayar, dan berhasil menyelamatkan puluhan nyawa.

RSA ini seperti rumah sakit pada umumnya, memiliki peralatan yang lengkap. Terdiri dari dua lantai, rumah sakit ini dilengkapi dengan ruang pembedahan, pemeriksaan, EKG, USG, Lab pemeriksaan darah, bahkan kamar untuk pasies, perawat, serta dokter. Banyaknya antusiasme terhadap RSA menunjukkan betapa dibutuhkannya kehadiran RSA mengingat Indonesia yang merupakan negara kepulauan. “Masyarakat daerah merespons kami dengan antusias. Meski banyak (masyarakat daerah) yang masih percaya dukun, tetapi masih lebih banyak yang percaya dokter. Hanya karena tidak ada sarana kesehatan yang memadai, mereka pergi ke dukun,” ungkap Dr. Lie.

Ide terbentuknya RSA berawal dari sebuah peristiwa spiritual yang dialami oleh Dr. Lie pada tahun 2009. Waktu itu Dr. Lie bersama timnya sedang melakukan pelayanan medis di Pulau Kai Kecil, Maluku. Menjelang akhir waktu pelayanan, ada seorang ibu yang datang bersama dengan anaknya yang berusia 9 tahun dari Saumlaki, yang berjarak tiga hari dua malam dari Pulau Kai Kecil. Sang anak menderita hernia femoralis atau usus terjepit. Secara teoritis, tindakan operasi harus dilakukan dalam 6-8 jam. Lebih dari itu, akibatnya bisa fatal.

Ajaibnya anak itu bisa terselamatkan. Dr. Lie menganggap bahwa keselamatan anak itu bukan karena kehebatannya, namun karena ada campur tangan Tuhan. Hari demi hari, wajah anak itu selalu membayangi dirinya. Walau sudah berusaha untuk mensibukkan diri, peristiwa tersebut selalu membekas dihati, seakan memanggil dirinya untuk mengabdikan diri. Setelah berbulan bulan terbayang, akhirnya ia berdoa dan menjawab panggilan itu. Ia memutuskan untuk mengabdikan diri pada orang-orang tidak mampu.

Ia sadar keputusan untuk membantu orang miskin akan membawa konsekuensi besar baik secara material, fisik, tenaga, pikiran, dan perasaan. Apalagi saat itu usianya telah mencapai 67 tahun, masa-masa yang harusnya dihabiskan dengan pensiun dan bersantai. Namun ia telah memutuskan. Sampai sekarang, RSA Dr. Lie Dharmawan bersama tim DoctorSHARE berhasil membantu ribuan orang dengan dana swadaya dari para donatur.

Keteguhan Dr. Lie tak lepas dari masa mudanya yang keras. Sejak berusia 10 tahun, ia telah menjadi yatim dan hidup hanya dengan ibu dan kakak adiknya saja. Sang ibu yang ditinggal suami bekerja apa saja, mulai dari memasaka dan mencuci. Kakak-kakak perempuannya pun ikut bekerja untuk menyambung hidup. Selain itu waktu kecil, salah satu adiknya yang berusia satu tahun meninggal karena diare. Kejadian itu semacam menjadi pelecut, untuk mengabdikan diri pada dunia kedokteran agar dapat membantu sesama. Ada satu pesan ibunya, yang tak akan pernah ia lupakan seumur hidup. “Ibu saya berkata, Lie, kalau kamu sudah jadi dokter, jangan memeras orang kecil. Mereka akan membayar berapa pun, tetapi diam-diam menangis di rumah karena tidak ada beras (makanan),” tutur Dr.Lie. Pesan itu selalu ia pegang hingga kini, dan ia wujudkan dengan adanya RSA dan DoctorSHARE.

Kontak Kami

Jl. Bukit Cemara Asri DO.26
Perum. Bukit Safir Jaya, Tembalang – Semarang

Email. aksibaik.id@gmail.com
Ph. +62 24 7640 5870
Wa. +62 878 8121 5000

Logo NB-bub-white

AksiBaik.com 2017 - Yayasan Niat Baik Sinergi