fbpx
Mempertaruhkan Agama Demi Pekerjaan

Mempertaruhkan Agama Demi Pekerjaan

Ramadhan adalah bulan yang penuh perjuangan bagi Pak Kudus, ia harus tetap bekerja kasar sebagai buruh nelayan. Pak Kudus bekerja hanya mengandalkan tenaga dan dituntut bekerja keras setiap hari tak terkecuali saat ramadhan.

Setiap ramadhan, pukul 2 dini hari Pak Kudus harus sahur lebih awal. Ia dan rekan-rekannya harus mempersiapkan keperluan kapal untuk menangkap kepiting rajungan di laut. Kapal bermuatan 4 orang berangkat di saat orang-orang masih terlelap.

Pukul 5 subuh, kapal baru tiba di lokasi penangkapan. Perangkap yang telah dipasang sehari sebelumnya mulai diangkat satu persatu.

Ada 900 perangkap yang harus Pak Kudus angkat dan pisahkan. Satu persatu perangkap bubu 30 x 18 cm disusun ulang, kemudian kepiting yang berhasil terperangkap dipisahkan ke keranjang.

Proses pengangkatan dan pemisahan perangkap dan kepiting yang terjerat berlangsung hingga jam 7 pagi. Sebelum matahari terbit, mau tak mau Pak Kudus harus sholat diatas kapal. Letih bercampur penat Pak Kudus rasakan hingga tiba ke darat saat matahari sedang terik-teriknya.

Banyak rekan-rekan Pak Kudus yang memilih untuk tidak berpuasa. Pekerjaan yang berat merupakan ujian serius untuk tetap menjalankan ibadah puasa, di tengah dahaga yang teramat di kerongkongan dan tubuh yang lemas karena kehabisan tenaga.

Pak Kudus adalah salah satu contoh dari banyaknya buruh nelayan di pesisir yang mempertaruhkan agama demi pekerjaannya. Menjalani puasa di tengah lingkungan yang tidak mendukung, di tengah tuntunan ekonomi keluarga yang bahkan harus berpikir panjang untuk menghemat menu sajian buka puasa.

Selengkapnya >>

Kontak

Telp. +62 822 9861 5000

Email. niatbaiksinergi@gmail.com

Media Sosial

Facebook. Niat Baik Sinergi

Instagram. TemanAksiBaik

Alamat

Plaza Kuningan, Menara Selatan, Lt. 11, Jl. HR. Rasuna Said, Kel. Karet Kuningan, Kec. Setiabudi, Jakarta Selatan 12920