fbpx
Makna Lebaran Bagi Mereka yang Sering Menahan Lapar Meski Bukan Ramadhan

Makna Lebaran Bagi Mereka yang Sering Menahan Lapar Meski Bukan Ramadhan

Tahun lalu Kamaluddin (13 tahun) lebaran tanpa baju baru. Ia hanya mengenakan baju koko lamanya menuju masjid untuk melakukan sholat id. Saat anak-anak seumuran dengannya ceria pada hari raya, saling menunjukkan baju baru yang dikenakan, Kamaluddin hanya bisa bersyukur dengan apa yang dia punya.

Orang tua Kamaluddin tidak mampu membelikan pakaian baru bagi anaknnya setiap tahun. Pekerjaannya yang cuma buruh nelayan hanya bisa digunakan untuk gali lubang tutup lubang hutang rentenir. Penghasilan Ayah Kamaluddin hanya Rp 30.000/hari untuk menanggung hidup seorang istri dan kedua anaknya.

Jika sumber daya ikan melimpah, ayah Kamaluddin akan mendapatkan pemasukan. Namun bila cuaca buruk atau gagal panen, ayah Kamaluddin tak punya sumber penghidupan. Jalan pintasnya adalah mengutang pada juragan atau rentenir.

Kamaluddin tinggal di sebuah rumah 4×4 meter yang hampir rubuh di pelosok pesisir Kabupaten Jawa Barat. Setiap hujan deras, atap rumahnya yang bocor membuat air menetes-netes di beberapa bagian rumah.

Sekarang Kamaluddin duduk di kelas 1 SMP. Sudah beberapa minggu ini ia tidak ke sekolah. Orangtuanya sudah tidak bisa lagi membiayai kebutuhan sekolahnya. Apalagi letak sekolah Kamaluddin yang lumayan jauh.

Kadang bulan ramadhan tidak terasa spesial baginya. Menahan lapar adalah keseharian yang ia lakukan dengan keluarganya. Lalu saat lebaran tiba, apa yang seharusnya dirayakan?

Tujuh juta orang miskin di Indonesia merupakan masyarakat pesisir. Masyarakat nelayan umumnya masih jauh dari sejahtera yang ditunjukkan dari pendidikan keluarga nelayan yang rendah dan tidak dapat memenuhi standar kesehatan maupun kebutuhan sehari-hari.

Perkembangan kemiskinan absolut yang dilaporkan oleh Badan Pusat Statistik menunjukkan, proporsi jumlah penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan atau tidak terpenuhinya kebutuhan dasar di daerah pesisir jauh lebih besar dibandingkan dengan daerah bukan pesisir.

Latar belakang pendidikan yang rendah, kesempatan kerja yang dipengaruhi oleh musim, dan persediaan pangan yang rentan membuat pesisir merupakan daerah kantung kemiskinan. Kebanyakan masyarakat pesisir Indonesia, terkhusus masyarakat nelayan ternyata masih belum mendapatkan nilai lebih dari potensi kekayaan sumber daya laut Indonesia.

Melalui program “Kado Lebaran Untuk Anak-Anak Pesisir”, mari membuat alasan bagi Kamaluddin dan ribuan anak pesisir lainnya untuk bahagia di hari raya. Klik: https://www.kitabisa.com/kadoanakyatim/contribute.

Satu paket kado lebaran terdiri dari baju baru, sandal baru, perlengkapan sekolah, uang lebaran, susu kotak, mukena/baju koko, buku, dan peralatan sekolah. Jangan biarkan kegembiraan lebaran tak dirasakan oleh semua orang. Kamaluddin dan anak-anak yang senasib dengannya adalah keluarga kita.

Kontak Kami

Plaza Kuningan, Menara Selatan, 11th Floor,
19 Suite (Frakfurt), Jl. HR. Rasuna Said, RT.02, RW.05, Kav. C11-14, Kel. Karet Kuningan, Kec. Setiabudi, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota 12920

Email. niatbaiksinergi@gmail.com
Telp. +62 822 9861 5000