fbpx
Janda Tua yang Hidup Tanpa Keluarga

Janda Tua yang Hidup Tanpa Keluarga

Setiap lebaran, Ibu Asdem (60 tahun) tidak pernah kedatangan tamu. Bukan karena tidak pernah ada tamu yang datang ke rumahnya, tapi karena Bu Asdem tidak memiliki rumah. Merasakan suasana lebaran seperti yang kita sering rasakan baginya seperti hayalan.

Bu Asdem adalah seorang Janda yang telah lama ditinggal oleh suaminya. Diusianya yang sudah senja, ia bagai hidup sebatang kara. Semua keluarganya juga sama-sama hidup susah sehingga tidak bisa banyak membantu.

Kadang Bu Asdem numpang tidur, pindah-pindah di rumah beberapa keluarganya. Tak jarang Bu Asdem tidur di rumah temannya, di teras masjid, bahkan di penggalangan kapal.

Bu Asdem bekerja sebagai pencari kerang di pinggir laut. Kadang ia membantu sebagai buruh pengupas kulit kepiting di dekat muara. 

Penghasilannya tiap hari tak menentu. Kadang bisa makan, kadang juga tidak. Beruntung masih ada beberapa orang yang suka menolong. Memberikan pinjaman atau makanan kepada Bu Asdem bila terdesak.

Sama halnya dengan Bu Maskimah (59), seorang buruh pengupas kulit kepiting rajungan. Mulai jam 10 pagi ia mulai berangkat bekerja di dekat penggalangan kapal. Ia harus bekerja hingga jam 7 sore setiap hari dengan upah rendah.

Bu Maskimah terpaksa berhutang untuk biaya pengobatan kakinya. Ia sempat satu bulan tidak bisa berjalan karena nyeri.

Bu Maskimah juga seorang janda. Ia tinggal bersama satu orang putranya yang berusia 17 tahun. Namun sudah berbulan-bulan anaknya tidak pulang-pulang.

Selanjutnya ada Bu Eweng, seorang nenek 64 tahun. Bu Eweng juga merupakan seorang Janda yang hidup miskin di pelosok pesisir Karawang. 

Hidup tanpa anak, tanpa rumah, tak ada keluarga yang menginginkannya menetap di rumahnya. Bukan karena tidak peduli karena keluarga Bu Eweng juga hidup sulit dengan rumah yang sempit.

Bu Eweng harus tidur berpindah-pindah. Kadang ia menemani temannya yang juga seorang janda dan tunawisma, tidur di penggalangan kapal.

Hampir semua buruh pengupas kulit kepiting memiliki hutang rentenir dengan sistem tanggung renteng. Sehingga masyarakat nelayan tidak pernah keluar dari lingakaran setan kemiskinannya.

Selengkapnya >>

Kontak

Telp. +62 822 9861 5000

Email. niatbaiksinergi@gmail.com

Media Sosial

Facebook. Niat Baik Sinergi

Instagram. TemanAksiBaik

Alamat

Plaza Kuningan, Menara Selatan, Lt. 11, Jl. HR. Rasuna Said, Kel. Karet Kuningan, Kec. Setiabudi, Jakarta Selatan 12920