fbpx

Bantu Nelayan Dengan Meningkatkan Produktifitas Mereka Dengan Aplikasi FishOn

Indonesia sebagai negara maritim yang ditandai dengan jumlah pulau sekitar 17.300 dan garis pantai sekitar 81.200 km dengan luas lautan 5,8 juta km² merupakan keunggulan komparatif dalam potensi sumber daya perikanan dan kelautan serta transportasi air.

Karakteristik geografis Indonesia serta struktur dan tipologi ekosistemnya yang didominasi oleh lautan telah menjadikan Indonesia sebagai negara maritim terbesar di dunia.

Di Indonesia, nelayan penangkap ikan berjumlah 2,73 juta jiwa, pembudidaya 3,35 juta jiwa, sehingga totalnya 6,08 juta jiwa. Merekalah yang menopang kebutuhan penyediaan pangan protein di Indonesia sebesar 80 persen ketimbang perikanan komersial.

Selain menjadi negara dengan pulau terbanyak, Indonesia juga memiliki garis pantai terpanjang nomor dua di dunia (setelah Kanada), dengan panjang 99.093 kilometer.

Kekayaan laut Indonesia menurut data UNDP pada tahun 2017 sebesar USD 2,5 Triliun per tahun dan baru dapat dimanfaatkan sebesar 7% karena minimnya teknologi.

Kebanyakan masyarakat pesisir Indonesia, terkhusus masyarakat nelayan ternyata masih belum mendapatkan nilai lebih dari potensi kekayaan sumber daya laut Indonesia.

Masyarakat nelayan umumnya masih jauh dari sejahtera yang ditunjukkan dari pendidikan keluarga nelayan yang rendah dan tidak dapat memenuhi standar kesehatan maupun kebutuhan sehari-hari.

Perkembangan kemiskinan absolut yang dilaporkan oleh BPS menunjukkan proporsi jumlah penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan atau tidak terpenuhinya kebutuhan dasar di daerah pesisir jauh lebih besar dibandingkan dengan daerah bukan pesisir.

Kemiskinan, kelaparan, gizi buruk, kekurangan energi kronis, dan morbiditas dialami sebagian besar penduduk Indonesia dan penduduk di daerah pesisir. Kondisi ini jauh lebih parah dibandingkan dengan daerah lainnya.

Jumlah nelayan tangkap Indonesia semakin tahun jumlahnya berkurang karena minat menjadi nelayan yang rendah. Nelayan dengan jumlah hampir 3 juta ini mayoritas berada dalam ambang batas garis kemiskinan dan menyumbang 25% angka kemiskinan nasional.

Selain lekat dengan kemiskinan, kondisi perkampungan nelayan juga lekat dengan kemiskinan, kebodohan, kemusyrikan, dan kemaksiatan. Kondisi ini sudah menjadi budaya di banyak perkampungan nelayan Pesisir di Indonesia.

Seratus data nelayan yang kami kumpulkan menunjukkan bahwa sebagian besar dari mereka hanya tamatan SMP. Hampir semua anak nelayan membantu orang tuanya melaut sejak kecil sehingga kebutuhan terhadap uang lebih besar ketimbang kebutuhan bersekolah, membuat mereka rawan dibodohi.

Salah satu hiburan yang lumrah bagi para nelayan adalah prostitusi. Tidak jarang di banyak tempat-tempat kapal bersandar, terdapat area prostitusi.

Meskipun kadang nelayan mendapatkan rejeki yang cukup saat melaut, watak mereka yang suka kenikmatan sesaat dengan menghamburkan uang untuk wanita, judi, dan minum-minuman keras membuat mereka kian terpuruk.

Penyebab dan akibat kemiskinan pesisir adalah lingkaran setan yang diibaratkan sebagai Firaun Moderen. Kami dari Yayasan Niat Baik Sinergi ingin mengajak partisipasi publik untuk menggalakkan semangat Tongkat Nabi Musa dalam program pemberdayaan masyarakat nelayan berbasis teknologi dengan metode dakwah pesisir.

Program Dawah Pesisir bertujuan meningkatkan kedaulatan ekonomi nelayan Indonesia melalui dukungan teknologi 4.0, meningkatkan tingkat pemanfaatan sumber daya laut dari 7% menjadi minimal 17%, mengurangi angka kemiskinan nasional hingga 25%.

Nelayan mendapatkan dukungan teknologi dan pemasaran hasil laut dengan aplikasi FishOn. FishOn merupakan aplikasi untuk nelayan berbasis android dengan fitur pencarian ikan, pengawetan ikan, penjualan ikan, komunikasi/chatting, pencatatan hasil tangkapan ikan (log book), panic button untuk permintaan bantuan dalam kondisi darurat, fitur pembayaran elektronik, dan fitur belanja kebutuhan sehari-hari yang terhubung dengan koperasi nelayan.

Selain itu, terdapat juga aplikasi penjualan dan manajemen gudang untuk koperasi nelayan, aplikasi lelang ikan online yang menghubungkan TPI, nelayan, dan pedagang ikan, serta aplikasi website penjualan/e-commerce ikan.

Pendekatan ekonomi seperti ini diharapkan mampu melibatkan banyak masyarakat nelayan untuk dibina juga sisi spiritualnya lewat agenda rutin di masjid. Selain dukungan ekonomi, sebagai singkronisasi dari metode dakwah pesisir, pembinaan dan pendidikan keagamaan juga menjadi program rutin yang berjalan beriringan.

Firaun modern sebagai musuh nyata di pesisir sudah berkuasa bertahun-tahun, kita tidak lantas menyalahkan siapa-siapa, dakwah pesisir merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karenanya, mari urunan dana untuk menyukseskan program ini dan menjadi bagian dari penebar kebermanfaan di pesisir.

Pilihan Kontribusi

Kebutuhan Dana

21.275.000/Kapal

Target 50 Kapal

Termasuk Biaya Perbaikan Kapal dan Modal Melaut
Dana Kapal Pertama
17%

Pertanyaan dan saran silahkan tinggalkan di kolom komentar...

Kamu Perlu Tahu

Update kegiatan #TemanAksibaik dapat Anda ikuti melalui channel telegram kami

Kontak Kami

Plaza Kuningan, Menara Selatan, 11th Floor,
19 Suite (Frakfurt), Jl. HR. Rasuna Said, RT.02, RW.05, Kav. C11-14, Kel. Karet Kuningan, Kec. Setiabudi, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota 12920

Email. niatbaiksinergi@gmail.com
Telp. +62 822 9861 5000