Dipandang Sebelah Mata, Vokalis Band Punk Asal Jogja Dirikan Sekolah Bakat

Dipandang Sebelah Mata, Vokalis Band Punk Asal Jogja Dirikan Sekolah Bakat

“Kita semua bisa membuat sesuatu yang berguna bagi orang lain,” ungkap Erix “Endank Soekamti”, vokalis band punk ternama di Indonesia. Seakan ingin membalik stigma negatif yang melekat pada anak punk, pada tahun 2015 Erix medirikan DOES University, sekolah non formal berbasis pengembangan bakat dan minat di Yogyakarta.

Menurt Erix, kebanyakan anak muda menghabiskan waktu dengan mempelajari sesuatu yang tidak disukai. “Dulu waktu saya SMK, saya sekolah musik, karena saya suka sekali dengan bass”, tutur Erix.

Namun sayang, guru yang mengetes bakatnya saat itu mengusulkan untuk dirinya mempelajari alat musik lain. Hal itu dilakukan gurunya tanpa menanyakan apakah dirinya suka atau tidak. “Dua tahun saya mermpelajari alat musik yang tidak saya suka. Akhirnya stagnan,” tambah Erix. Pada akhirnya ia memutuskan untuk berhenti sekolah, dan menekuni alat musik yang ia suka.

Hal itu mendorong Erix untuk membuktikan bahwa hal yang ia sukai bisa berbuah kesuksesan. “Setia pada proses”, tuturnya. Terbukti, band Endank Soekamti menjadi salah satu band punk ternama di Indonesia, dengan jumlah fans setia sekitar 2,2 juta orang.

Berangkat dari hal itu, Erix sadar bahwa sesuatu yang dikerjakan dengan rasa suka, akan lebih cepat membuahkan hasil. Ia telah membuktikan pada dirinya sendiri. Dengan demikian, pada tahun 2015, secara resmi berdirilah DOES University, dimana di sekolah tersebut tidak ada kurikulum baku, melainkan menyesuaikan dengan minat dan bakat peserta didiknya.

“Untuk angkatan pertama kita membuka kelas video editing dan animasi”, tutur Erix. Peserta yang masuk pun harus diseleksi, lalu yang diterima akan dikarantina selama enam bulan. Syarat pendaftarannya cukup mudah yaitu memang berbakat, memiliki ketertarikan/minat, dan mendapat restu dari orang tua.

Niat baik dan kerja keras selalu membuahkan hasil. Angkatan pertama DOES University berhasil meluluskan 10 siswa, dengan skill yang membanggakan. Semua biaya DOES University juga merupakan hasil kerja keras DOES Community dengan menjual merchandise kepada Kamtis Family, komunitas setia Endank Soekamti.

“Dahulukan usahanya dulu’, ungkap Erix. Hal itu yang membuat DOES University tidak mengandalkan biaya operasionalnya dari bantuan atau donasi, melainkan dari proses kreatif. “Lagipula, dengan berkreatifitas, kita bisa membantu komunitas, industry, dan masyarakat sekitar”, tambah Erix.

Setelah berhasil dengan angkatan pertama, kini DOES University telah masuk ke angkatan kedua dengan jumlah peserta didik sebanyak 50 orang. “Pengajarnya adalah angkatan sebelumnya. Memang kontraknya seperti itu, tidak membayar biaya pendidikan, namun kontrak kerja mengjar selama satu tahun”, ungkap DOES.

Kini DOES University sedang beproses untuk jadi lebih baik lagi. “Project  kami sekarang adalah membuat lagu anak dengan animasi, berhubung anggota Endank Soekamti telah memasuki masa fatherhood semua”, ungkap Erix. Kedepannya, Erix juga memiliki visi untuk membuat film animasi anak-anak.

“Kita semua, Komunitas DOES, bisa membuat sesuatu tanpa berisik dan banyak omong”, sambung Erix. Aksi baik DOES University bisa menjadi bukti, bahwa komunitas band punk, yang selalu dipandang sebelah mata, mampu bersinergi dan menghasilkan hasil yang positif bagi masyarakat luas.

Kontak Kami

Jl. Bukit Cemara Asri DO.26
Perum. Bukit Safir Jaya, Tembalang – Semarang

Email. aksibaik.id@gmail.com
Ph. +62 24 7640 5870
Wa. +62 878 8121 5000

Logo NB-bub-white

AksiBaik.com 2017 - Yayasan Niat Baik Sinergi