Betapa Istimewanya Mengunjungi Kajian Ilmu

Betapa Istimewanya Mengunjungi Kajian Ilmu

Assalamualaikum teman aksi baik, bagaimana puasanya hari ini? Semoga tetap lancar seperti hari-hari sebelumnya ya.

Kemaren Sabtu (26/5), Aksibaik.com berkesempatan mengunjungi Hikam Akbar yang diadakan oleh Pondok Pesantren DOAQU (Do’a Ahlul Qura’an) di Hall Guntur Hotel Grasia Semarang. Ribuan pemuda dan pemudi memenuhi ruangan dari mulai acara setelah Dhuhur dan diakhiri dengan Buka bersama.

Ada banyak hal yang teman aksi baik bisa dapatkan dalam mengunjungi sebuah kajian, salah satunya bertemu orang-orang sholeh. Di Hikam Akbar, tak tanggung-tanggung didatangkan lima ustadz dan dua habib untuk membagi pengetahuan kepada jamaah. Ada Ustadz Usep Badruzzaman (Pengasuh Kajian Majelis Hati), Ustadz Rico Hendrawan (Praktisi Kesehatan Islami), Ustadz Farid Prianggono (Pengasuh Griya Qur’an Akhir Zaman & Kajian Akhir Zaman), Ustadz Riyadh Ahmad (Pengampu Kajian Hikam, pendiri dan pengampu Pondok Pesantren DOAQU), Ustadz Dimas Anafadli (Pengasuh @kliniknikahsemarang dan LTQ Madani), Habib Mohammad Al Mutohar dan Habib Hamid bin Sholeh Ba’agil.

Di sini Habib Mohammad menjelasakan bagaimana istimewanya mendatangi majelis ilmu yang pahalanya lebih baik dari pahala sholat 1.000 rakaat, lebih baik dari menjenguk 1.000 orang sakit, bahkan lebih baik dari 1.000 kali berangkat haji. “Tanpa ilmu dan pengetahuan kita tidak dapat mengenal Allah dengan baik, lalu shalat kita, silaturahmi kita, dan haji kita tidak diterima Allah Swt karena tidak tahu ilmunya,” tuturnya.

Habib Mohammad menekankan kepada kita agar tetap semangat dalam mencari ilmu supaya kita tidak tersesat dalam belajar agama. Beliau menambahkan, dalam mencari ilmu kitapun perlu mengetahui latar belakang guru kita, kepada siapa dulunya belajar, di mana dia belajar, dan apakah ilmu yang diajarkan bertentangan dengan yang semestinya atau tidak. “Mencari ilmu agama harus tahu sanad (jalur ilmu) agar ilmu yang kita pelajari jelas dari rosulullah,” tambahnya.

Selain itu, Habib Mohammad juga menerangkan tentang Kitab Al-Hikam yang merupakan buah karya Syekh Ibnu Atha’illah, mursyid ketiga dari Thariqah Syadziliyah. Pendiri pertama Syadziliyah adalah Syekh Abu Hasan Ali Asy-Syadzili, seorang Maroko yang kemudian menetap di Iskandariah, Mesir dan wafat pada 1258 M. Penggantinya adalah Syekh Abu Abbas Al-Mursi, yang berasal dari Murcia, Andalusia, Spanyol (wafat di tahun 1287 M), yang sepeninggalnya dilanjutkan oleh Syekh Ibnu Atha’illah.

Kajian yang dipandu Ustadz Riyadh pun dikemas dengan kekinian, di mana sebagian besar pengunjung adalah kaum millenial. Kajian diselingi canda dan tawa namun tetap memperhatikan isi kajian. Ustadz Riyadh Ahmad merupakan pengampu sekaligus pendiri dari Pondok Pesantren DOAQU yang berdomisili di Semarang yang juga sebagai pengampu Kajian Hikam. Kajian Hikam diselenggarakan rutin di berbagai masjid di Semarang.

Teman aksi baik menghabiskan waktu di bulan puasa dengan sesuatu yang bermanfaat tentu akan banyak mendatangkan pahala berlipat bukan? apalagi seperti yang dijelaskan Habib Mohammad tentang keutamaan mengunjungi sebuah kajian ilmu. Bagaimana, masih ragu dan malas untuk mengunjungi kajian ilmu, apalagi ini masih bulan puasa? Segera tentukan kemana kalian akan mengunjungi kajian ilmu!

#TemanAksibaik

Kontak Kami

Jl. Bukit Cemara Asri DO.26
Perum. Bukit Safir Jaya, Tembalang – Semarang

Email. aksibaik.id@gmail.com
Ph. +62 24 7640 5870
Wa. +62 878 8121 5000

Logo NB-bub-white

AksiBaik.com 2017 - Yayasan Niat Baik Sinergi