fbpx
Bertahan Hidup Saja Sudah Syukur

Bertahan Hidup Saja Sudah Syukur

Sebagai buruh nelayan, upah Pak Saruin tak menentu. Ada pemasukan sedikit saja untuk menyambung hidup setiap hari, ia sudah bersyukur. Para buruh nelayan sering kali tidak mendapatkan upah mereka yang seharusnya karena adanya sistem bagi hasil. 

Sebagai contoh kalau kapten mendapat Rp 1 juta, Rp 400.000 diberikan ke bos pemilik kapal, Rp 200.000 untuk perawatan kapal. Sisanya Rp 200.000 dibagi ke nelayan yang ikut, jumlahnya bisa 4 – 5 orang dan pembagiannya tergantung kaptennya.

Sudah 50 tahun Pak Saruin melaut, orang asli Karawang yang sudah di laut sejak kecil. Sekian puluh tahun itu juga lah ia habiskan hidupnya untuk memperkaya orang lain, bos pemilik kapal dan bos rentenir.

Jika sumber daya ikan melimpah otomatis nelayan akan mendapatan pemasukan. Sebaliknya, bila paceklik atau gagal panen mereka tak punya sumber penghidupan. Jalan pintasnya mereka mengutang pada juragan atau rentenir. Imbasnya, mereka tak pernah naik kelas dari kemiskinannya.

Kini Pak Saruin sudah mengurangi kegiatannya di laut. Tubuhnya dari hari ke hari semakin kurus. Diusia renta, ia sudah sering sakit-sakitan. Seusia beliau para pekerja harusnya sudah pensiun, menikmati masa tua bersama keluarga. Punya jaminan kesehatan dan tabungan hari tua. Namun apa daya, bila ia tidak bekerja, ia tidak tahu mau makan dari mana.

Selengkapnya >>

Kontak

Telp. +62 822 9861 5000

Email. niatbaiksinergi@gmail.com

Media Sosial

Facebook. Niat Baik Sinergi

Instagram. TemanAksiBaik

Alamat

Plaza Kuningan, Menara Selatan, Lt. 11, Jl. HR. Rasuna Said, Kel. Karet Kuningan, Kec. Setiabudi, Jakarta Selatan 12920