Bahagia Rasanya Melihat Anak-anak Semangat Mengaji

Bahagia Rasanya Melihat Anak-anak Semangat Mengaji

“Kata Ibu, saya harus jadi anak yang pintar”

Kata-kata itu saya dengar ketika saya dan tim Teman Aksibaik mengunjungi salah satu TPQ yang berada di Kota Semarang, Senin (16/4). Setelah adzan Asar anak-anak yang saya ketahui mulai dari umur tiga sampai 13 tahun berdatangan dengan memakai baju koko serta peci dan juga ada yang memakai kerudung. Merekapun lalu mencium tangan ustadzah dan duduk berurutan di hadapan para ustadzah sambil mengeluarkan alquran.

Di hadapan tiga ustadzah puluhan anak-anak semangat belajar membaca alquran. Salah satu anak laki-laki berumur tujuh tahun pun mengalihkan perhatian saya. Dari awal saya ketahui ia adalah anak yang datang paling awal di TPQ Daarul Quran. Lalu saya sempatkan untuk mendekatinya, dengan malu-malu ia berusaha menjawab pertanyan demi pertanyaan yang saya utarakan.

Ia adalah Nahdan, laki-laki berpeci biru ini siswa tpq paling rajin di antara teman-temannya yang lain. Saat saya tanya kenapa tadi berangat paling awal, ia menjawab dengan malu-malu kalau kata ibunya ia harus jadi anak yang pintar. Berbekal semangat dan restu dari orang tua, Nahdan dan teman-temannya datang ke TPQ yang tidak memungut biaya pengajaran untuk belajar membaca dan menghafalkan alquran.

Salah satu ustadzah yang tadi mengajar bercerita tentang siswa di tpq. “Perkembangan mereka alhamdulillah lumayan membanggakan. Sudah ada yang mulai lancar membaca alif ba’ tak, ada juga yang sudah mulai menghafal surat-surat pendek.”

“Di sini anak-anaknya bervariasi mas, ada yang rajin ada yang nakal juga” kata Yeni.

Selain belajar alquran, Yeni dan beberapa ustadzah lainnya juga mengajarkan budi pekerti dan sopan santun. Setelah selesai mengajar biasanya ustdazah mengawali dengan permohonan maaf kepada anak-anak dan juga terima kasih karena hari ini mau belajar mengaji.

“Saya rasa pintar saja tidak cukup mas, karena anak-anak perlu dibekali akhlak yang baik untuk masa depan mereka nantinya.”

Tidak semua anak-anak tpq berasal dari keluarga yang harmonis. Ada juga yang bercerita kalau bapak-ibunya sering bertengkar di rumah. Melihat hal ini, para ustadzah inisiatif untuk membuat tugas kepada anak-anak untuk membuat surat yang nantinya diberikan kepada orang tuanya.

“Ada yang menulis terima kasih ayah-ibu telah merawat adek, ada juga yang menulis terima kasih bapak-ibu hari ini tidak bertengkar. Bermacam-macam mas, saya harap itu bisa menjadi sebuah kebaikan bagi kita bersama.”

Bagiamana #TemanAksiBaik, melihat perkembangan teknologi yang semakin maju ini, nampaknya semangat adek-adek kita dalam belajar agama harus terus didukung. Sesekali sempatkan datang ke tpq atau tempat belajar lainnya, agar kita tahu bagaimana kondisi dan suasananya sekarang. Karena tentunya akan sangat berbeda dengan puluhan tahun lalu.

Ikut yuk, donasi alat tulis untuk mereka klik :  http://aksibaik.com/kalis/

Kontak Kami

Jl. Bukit Cemara Asri DO.26
Perum. Bukit Safir Jaya, Tembalang – Semarang

Email. aksibaik.id@gmail.com
Ph. +62 24 7640 5870
Wa. +62 878 8121 5000

Logo NB-bub-white

AksiBaik.com 2017 - Yayasan Niat Baik Sinergi