fbpx
Anak-Anak Miskin Pesisir

Anak-Anak Miskin Pesisir

Tahun lalu Kamaluddin (13 tahun) lebaran tanpa baju baru. Ia hanya mengenakan baju koko lamanya menuju masjid untuk melakukan sholat id. Saat anak-anak seumuran dengannya ceria pada hari raya, saling menunjukkan baju baru yang dikenakan, Kamaluddin hanya bisa bersyukur dengan apa yang dia punya.

Orang tua Kamaluddin tidak mampu membelikan pakaian baru bagi anaknnya setiap tahun. Pekerjaannya yang cuma buruh nelayan hanya bisa digunakan untuk gali lubang tutup lubang hutang rentenir.

Jika sumber daya ikan melimpah, ayah Kamaluddin akan mendapatkan pemasukan. Namun bila cuaca buruk atau gagal panen, ayah Kamaluddin tak punya sumber penghidupan. Jalan pintasnya adalah mengutang pada juragan atau rentenir.

Kamaluddin tinggal di sebuah rumah 4×4 meter yang hampir rubuh di pelosok pesisir Kabupaten Jawa Barat. Setiap hujan deras, atap rumahnya yang bocor membuat air menetes-netes di beberapa bagian rumah.

Sekarang Kamaluddin duduk di kelas 1 SMP. Sudah beberapa minggu ini ia tidak ke sekolah. Orangtuanya sudah tidak bisa lagi membiayai kebutuhan sekolahnya. Apalagi letak sekolah Kamaluddin yang lumayan jauh.

Sama halnya dengan Rani, ia adalah anak buruh pengupas kulit kepiting. Ayahnya bekerja sebagai kuli bangunan. Mereka tinggal di gubuk berdinding tripleks dan anyaman bambu di desa pesisir Kabupaten Jawa Barat.

 

Gubuk tempat tinggal Rany menempati tanah milik pemerintah berukuran 3×3 meter dengan bagian belakangnya menempel di dinding rumah orang. Apabila hujan turun, bagian depannya tergenang air comberan.

Hidup Rani semakin sulit karena ibunya pun terlibat hutang rentenir dengan sistem tanggung renteng demi menyambung hidup.

Selengkapnya >>

Kontak

Telp. +62 822 9861 5000

Email. niatbaiksinergi@gmail.com

Media Sosial

Facebook. Niat Baik Sinergi

Instagram. TemanAksiBaik

Alamat

Plaza Kuningan, Menara Selatan, Lt. 11, Jl. HR. Rasuna Said, Kel. Karet Kuningan, Kec. Setiabudi, Jakarta Selatan 12920