50 Ribu Per Bulan Untuk 9 Mata Pelajaran

50 Ribu Per Bulan Untuk 9 Mata Pelajaran

Namanya Asnatt Bell. Wanita kelahiran 47 tahun silam ini adalah seorang guru honorer di sebuah SD di pedalaman Nusa Tenggara Timur. Asnatt mengabdikan waktunya sebanyak tujuh jam per hari sepanjang tahun untuk mengajar siswa kelas 3 SD GNIT Nunuh Eno, Desa Teluk, Kecamatan Amanuban Timur, Nusa Tenggara Timur.

Desa Teluk adalah sebuah desa di pedalam NTT, yang mana butuh lima jam berjalan kaki dari kota kecamatan untuk menuju kesana. Karena jalan yang dilalui berlubang dan jelek, kebanyakan mobil enggan masuk ke dalam desa, sehingga warga setempat memilih untuk berjalan kaki.

Asnatt mengabdi dengan sepenuh hati. Walau hanya dibayar lima puluh ribu per bulan, ia tak pantang menyerah mengajar anak-anak disana. Ada satu hal yang membuatnya bertahan. Ketika ingin berhenti, ia selalu teringat akan masa depan anak-anak didiknya. Suatu saat ia berharap, anak-anak didiknya mampu membangun desa, serta membangun negeri ini.

Keteguhan tekad Asnatt menggugah pendiri komunitas 1000 Guru, Jemi Ngadiono, untuk membantu Asnatt mendapatkan kesejahteraan yang lebih baik. Melalui akun social media twitternya, @1000_guru, Jemi membuat program Beasiswa Guru, yang mengajak anak muda sadar akan besarnya jasa seorang guru serta membantu para guru mendapatkan kesejahteraan yang lebih baik.

Berkat usahanya, kini Asnatt mendapatkan kenaikan gaji, kini ia bisa mendapatkan honor seratus ribu per bulan, yang mana lebihnya merupakan bantuan dari kawan-kawan 1000 Guru.
Komunitas 1000 Guru sendiri adalah sebuah komunitas yang fokus untuk menggerakkan pemuda lebih peduli dengan dunia pendidikan.

Didirikan oleh Jemi Ngadiono pada November 2013, 1000 Guru mengusung konsep Travelling and Teaching, dimana setiap relawan yang ikut dalam kegiatan 1000 Guru, akan berwisata sambil berkegiatan sosial. Biasanya, 1000 Guru akan mendatangi sekolah yang berkekurangan, lalu memberikan pengajaran dan bantuan.

Kini 1000 Guru telah memiliki 38 cabang regional di 30 provensi. Tiap kunjungannya, biasanya akan di ikuti oleh 20-30 orang relawan. Selain mengajar, relawan akan berbagi kebutuhan anak-anak seperti tas, buku, dan peralatan tulis. Selain itu, 1000 Guru juga mengadakan pengobatan gratis selama kunjungan Travelling and Teaching.

“Bayangkan jika setiap bulan ada 1000 anak muda yang datang ke pedalaman untuk mengajar,” tutur Jemi. Mungkin dampak yang terjadi tak langsung besar. Tapi dari situ pemuda bisa lebih bersyukur, lebih menghargai guru, dan lebih menghargai pendidikan. Selain itu, dengan adanya kunjungan dan bantuan dari para relawan 1000 Guru ini, diharapkan adik-adik di pedalaman akan terus terpacu untuk tercapai cita-citanya.

#TemanAksibaik

Kontak Kami

Jl. Bukit Cemara Asri DO.26
Perum. Bukit Safir Jaya, Tembalang – Semarang

Email. aksibaik.id@gmail.com
Ph. +62 24 7640 5870
Wa. +62 878 8121 5000

Logo NB-bub-white

AksiBaik.com 2017 - Yayasan Niat Baik Sinergi