fbpx
5 Kebiasaan-Kebiasaan Menjelang dan Ketika Idul Fitri yang Mesti Diintrospeksi

5 Kebiasaan-Kebiasaan Menjelang dan Ketika Idul Fitri yang Mesti Diintrospeksi

Ada kesalahan yang perlu disadari dalam rangka menyambut hari raya Idul Fitri. Hal-hal tersebut terlihat sudah sering terjadi bahkan cenderung menjadi kebiasaan. Fatalkah? Berikut 5 kebiasaan-kebiasaan menjelang dan ketika Idul Fitri yang mesti diintrospeksi.

  1. Mall makin ramai masjid mulai sepi

Seolah tidak ada waktu belanja lagi, mall-mall tampak penuh sesak. Pengunjung dan pembeli pun harus rela berjalan dengan suasana yang sangat sumpek dan berdesak-desakan. Tetapi, semua itu tidak mengurangi semangat berbelanja. Ditambah dengan iming-iming diskon dan lain sebagainya, mall pun menjadi tempat favorit mengisi akhir-akhir Ramadan.

Sementara itu, kian menuju akhir Ramadan, masjid yang semestinya dimakmurkan dengan i’tikaf dan berbagai kegiatan ibadah lainnya, justru semakin lengang, sepi. Semangat awal Ramadan seolah lenyap tanpa jejak.

  1. Kebiasaan membayar zakat di akhir Ramadan

Kebiasaan membayar zakat fitrah di akhir Ramadan akan merepotkan penyalurannya kepada yang berhak menerima. Membayar zakat fitrah sebaiknya di awal Ramadan agar selain tidak merepotkan dalam penyalurannya, juga yang menerimanya memiliki waktu luang untuk membelanjakannya dalam rangkaian menghadapi Lebaran Idul Fitri.

Zakat baiknya juga diiringi dengan sedekah. Bila penerima zakat hanya mendapatkan beras, sedekah kado lebaran untuk pesisir bisa berupa, baju baru, sandal baru, perlengkapan sekolah, uang lebaran, susu kotak, mukena/baju koko, buku, dan peralatan sekolah.

  1. Begadang saat malam Idul Fitri

Bahagia menyambut hari raya Idul Fitri adalah hal yang wajar, namun bukan berarti Anda harus begadang semalaman demi kegiatan yang tidak bermanfaat, misalnya: konvoi di jalanan, membunyikan petasan/kembang api, dan lain sebagainya. Begadang tidak hanya merugikan kesehatan, tapi juga membuat kamu sulit bangun pada waktu subuh dan Sholat Id.

Bangun kesiangan, mungkin karena malamnya kecapean shopping, takbir keliling kampung atau sibuk menyiapkan kuliner untuk lebaran esok hari. Akhirnya tidak ikut Sholat Id, apalagi Subuh. Sungguh sangat disayangkan setelah sebulan lamanya berpuasa penuh. Oleh karena itu harus lebih bijak lagi dalam mensiasati waktu.

  1. Menjadi jama’ah gadget

Tidak mendengarkan ceramah Id, asik update status, chatingan, kutak katik hp baru atau langsung ngibrit pulang karena ingin buru-buru menyantap ketupat sayur dan kue putri salju, padahal ceramah itu adalah sunnah dan bagian dari keutamaan Sholat Id. Ibaratnya sama dengan kita pakai baju tapi tidak bercelana.

Mungkin karena khotib kurang menarik dalam menyampaikan khotbahnya atau alasan lain, saat khutbah Id dilaksanakan banyak jamaah tidak terkecuali orang tua maupun muda justru sibuk dengan gadgetnya. Ketika kita berniat mengikuti khotbah Sholat Id alangkah baiknya bila kita mendengarkan dan mengikutinya dengan baik.

  1. Tinggalkan sampah koran saat selesai Sholat Id

Sudah menjadi “kebiasaan” dan mungkin budaya bila setelah Sholat Id di tanah lapang akan muncul banyak sampah terutama koran bekas yang digunakan para jamaah untuk alas saat sholat. Secara tidak langsung ini bisa menjadi parameter kualitas pribadi jamaah bahkan umat, terutama mengenai kesadaran lingkungan. Bukankah kebersihan sebagian dari iman.

Kemudian terdapat hadist Rasul “Sesungguhnya Allah Ta’ala adalah baik dan mencintai kebaikan, bersih dan mencintai kebersihan, mulia dan mencintai kemuliaan, dermawan dan mencintai kedermawanan. Maka bersihkanlah halaman rumahmu dan janganlah kamu menyerupai orang Yahudi.” (HR. Tirmidzi)

Kontak

Telp. +62 822 9861 5000

Email. niatbaiksinergi@gmail.com

Media Sosial

Facebook. Niat Baik Sinergi

Instagram. TemanAksiBaik

Alamat

Plaza Kuningan, Menara Selatan, Lt. 11, Jl. HR. Rasuna Said, Kel. Karet Kuningan, Kec. Setiabudi, Jakarta Selatan 12920