fbpx
5 Alasan Mengapa Sebaiknya Tidak Memberi Uang ke Anak Jalanan

5 Alasan Mengapa Sebaiknya Tidak Memberi Uang ke Anak Jalanan

Memberikan uang ke anak jalanan merupakan dilema. Perasaan kasihan dan ingin berbagi bertempur dengan pemikiran bahwa memberi uang berarti mendukung budaya meminta-minta yang akan melanjutkan siklus kemiskinan.

Karena itu, ada banyak hal yang perlu kamu pertimbangkan sebelum memberi uang. Beberapa di antaranya mungkin dapat kamu jadikan alasan mengapa sebaiknya kamu tidak perlu memberi uang ke mereka.

 

  1. Mendorong mereka agar terus menggelandang di jalan

Ketua Satgas Perlindungan Anak Muhammad Ihsan menyampaikan, penghasilan rata-rata anak-anak jalanan sejumlah Rp200 ribu per hari atau sekira Rp3 juta per bulan, membuat mereka akan terus hidup di jalan dan tidak akan mempunyai masa depan. Anak-anak jalanan yang terus mendapat apa yang mereka inginkan menjadi semakin betah hidup di jalan.

Anak-anak jalanan akan terus menjadikan jalanan umum sebagai rumah mereka. Kondisi ini tentu semakin menjauhkan mereka dari peningkatan kualitas kehidupan karena mereka merasa nyaman dengan situasi tersebut.

 

  1. Menjauhkan mereka dari pendidikan

Seorang sosiolog bernama Barry Sugarman mengatakan, anak-anak dari kelas pekerja cenderung lebih menginginkan gratifikasi langsung (immediate gratification) daripada gratifikasi jangka panjang (deferred gratification). Dengan banyaknya orang yang memberi uang ke anak-anak jalanan, anak-anak itu mendapatkan gratifikasi langsung yang membuat mereka semakin betah di jalanan.

Mereka lantas enggan bersekolah, dan menganggap sekolah bukan kebutuhan yang menjadikan mereka kaya. Padahal, dengan bersekolah, kualitas hidup mereka di masa yang akan datang dapat membaik (deferred gratification). Menghindari sekolah dan terus mencari uang di jalanan dapat menimbulkan siklus kemiskinan yang terus menerus tanpa adanya perbaikan kualitas hidup.

 

  1. Tidak menjadikan mereka semakin kaya, tetapi semakin banyak jumlahnya

Kendati berpenghasilan lumayan, kurangnya pengetahuan dan kemampuan mengatur uang membuat hasil kerja mereka menjadi cepat habis. Mereka cenderung melakukan pengeluaran untuk hal-hal yang sifatnya jangka pendek daripada memikirkan keperluan jangka panjang.

Seorang ekonom bernama Tyler Cowen pernah menulis,

The more you give to beggars, the harder beggars will try. This leads to what economists call ‘rent exhaustion.

Ia berpendapat, semakin dermawan orang-orang terhadap anak jalanan, semakin banyak pula jumlah anak jalanan yang meminta-minta. Anak-anak jalanan itu tidak akan semakin kaya, hanya jumlahnya saja yang akan terus bertambah.

 

  1. Daripada memberi uang, kamu bisa menjadi relawan

Memutuskan rantai kehidupan anak jalanan bisa dimulai melalui sumbernya. Jika orang-orang tak lagi memberi uang ke anak jalanan, mereka akan berpikir bahwa hidup meminta-minta di jalan bukan lagi hal yang menguntungkan untuk dilakukan.

Kendati demikian, ada cara lain yang dapat dilakukan untuk membantu anak jalanan selain memberi uang, yaitu dengan menjadi relawan. Menjadi relawan tidak memerlukan modal yang besar, cukup dengan menjadi sahabat mereka untuk bermain dan berbincang bersama. Dengan menyertakan diri ke kaum marginal dapat membuka kepekaan terhadap apa yang mereka butuhkan dan apa yang bisa kita berikan.

 

  1. Berdonasi kepada organisasi atau komunitas peduli anak jalanan

Untuk menyalurkan sedekah, umat Islam mempunyai lembaga zakat atau badan amil penyalur infaq dan sedekah yang memudahkan urusan dengan penyediaan transfer ATM. Demikian juga umat Kristiani, Budha dan Hindu mempunyai sistemnya masing-masing.

Bisa juga dengan menyumbangkan sebagian penghasilan ke organisasi-organisasi yang mempunyai fokus untuk menanggulangi hal tersebut. Organisasi tersebut bisa mengalokasikan dana sumbangkan dengan lebih bijak dan efektif dalam perbaikan kualitas hidup anak-anak jalanan.

Kontak

Telp. +62 822 9861 5000

Email. niatbaiksinergi@gmail.com

Media Sosial

Facebook. Niat Baik Sinergi

Instagram. TemanAksiBaik

Alamat

Plaza Kuningan, Menara Selatan, Lt. 11, Jl. HR. Rasuna Said, Kel. Karet Kuningan, Kec. Setiabudi, Jakarta Selatan 12920